Liana Arum Purwitasari

tanpa tanda jasa
SELAMAT DATANG DI BLOG LIANA ARUM PURWITASARI

Kamis, 30 April 2015

Manfaat Model Pembelajaran VCT

VCT = Value Clarification Technique

Menurut Simon (Adisusilo, 2012: 155) ada berbagai manfaat yang dapat dipetik bila pendekatan klarifikasi nilai ditetapkan, diantaranya:
1)        Memilih, memutuskan, mengomunikasikan, mengungkapkan gagasan, keyakinan, nilai-nilai dan perasaannya.
2)        Berempati (memahami perasaan orang lain, melihat dari sudut pandang orang lain.
3)        Memecahkan masalah.
4)        Menyatakan sikap: setuju dan tidak setuju, menolak atau menerima pendapat orang lain.
5)        Mengambil keputusan
6)        Mempunyai pendirian tertentu, menginternalisasikan dan bertingkah laku sesuai dengan nilai yang telah dipilih dan diyakini.
Menurut Harmin (Adisusilo,  2012: 156), penerapan klarifikasi nilai akan efektif bila fasilitator atau pendidik:
1)        Bersikap menerima dan tidak mengadili (nonjudgemental) pilihan nilai peserta didik, menghindari kesan memberi nasihat, mengurusi seakan pendidik lebih tahu dan lebih baik.
2)        Membiarkan adanya kebhinekaan pandangan, dialog dilakukan secara terbuka, bebas dan individual.
3)        Menghargai kesediaan peserta didik untuk ikut berpartisipasi (sharing) atau tidak, hindari unsur pemaksaan untuk berpendapat atau bersikap.
4)        Menghargai jawaban/ respons peserta didik, tidak memaksakan peserta didik untuk memberi respons tertentu apabila memang peserta didik tidak menghendakinya.
5)        Mendorong peserta didik untuk menjawab, mengutarakan pilihan dan mengambil sikap secara jujur.
6)        Mahir mendengarkan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat mengklarifikasi nilai hidup.
7)        Mahir mengajukan/ membangkitkan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut kehidupan pribadi dan sosial.
a.    VCT Tipe Value Analysis
Fokus utama dalam Value Analysis atau yang sering disebut analisis nilai adalah membimbing peserta didik agar dapat berpikir logis dan sistematis dalam menyelesaikan suatu masalah yang mengandung nilai-nilai. Djahiri (Tim Pengembang Ilmu Pendidikan, 2007: 67) mengemukakan bahwa Value Analysis yaitu pendekatan agar siswa dirangsang untuk melakukan analisis nilai moral yang ada dalam suatu media/ stimulus mulai dari analisis seadanya berupa reportasi sampai pengkajian secara akurat/ teliti/ tepat.
Menurut Aunillah (2011:  27) ada berbagai cara yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan pendekatan value analysis atau analisis nilai adalah sebagai berikut:
1)        Memperkenalkan dan menjelaskan kepada peserta didik tentang masalah-masalah nilai, seperti menjelaskan mengenai korupsi, pencurian, dan lain sebagainya. Semakin lengkap guru memberikan penjelasan isu-isu tersebut, semakin kuat pemahaman peserta didik terhadap persoalan yang terjadi di sekitarnya.
2)        Membuat penilaian atas fakta-fakta itu, kemudian membuat keputusan bersama sebagai sebuah penyikap atas masalah tersebut.

Pendekatan ini harus melibatkan peserta didik secara afektif, terutama dalam proses menganalisis nilai secara objektif yang berasaskan pada fakta yang relevan. Analisis nilai berdasarkan fakta, lalu dari fakta tersebut dibuat keputusan secara bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar